Sabtu, 18 Mei 2013

Godong Ijo - Sawangan Depok

Godong Ijo 



Tanggal kunjungan 09/05/13


Hari ini kami melakukan perjalanan ke objek wisata 'Godong Ijo' yang berada di sawangan, Depok. Perjalanan dari BSD Tangerang memakan waktu sekitar 1 jam plus nyari-nyari alamat :) Kami memutuskan melakukan perjalanan ke tempat ini setelah membaca artikel di sebuah majalah wisata dan tempat wisata ini juga di tulis di salah satu buku panduan wisata keluarga.

Lokasi tempat di pinggir jalan raya, melewati 2 komplek perumahan. Akses jalan arah ke lokasi tidak terlalu sulit, namun di sarankan bertanya agar lebih jelas. Penduduk sekitar tahu lokasi objek wisata ini dengan baik.

Setelah memarkir mobil saya dan keluarga segera menuju ke areal utama. Fasilitas yang terdapat di Godong Ijo antara lain, Restoran dengan akuarium besar yang memuat 2 ekor ikan dengan moncong panjang yang sayangnya tidak ada penjelasan tentang detil ikan di akuarium yang airnya tidak terawat.

Di sebelah kiri resto terdapat 1 kolam yang memuat ikan Arapaima, seekor ikan karnivora tawar besar, yang sekali lagi kolamnya pun keruh tidak terawat dan di ujung kanan kolam tersebut terdapat kandang ular sanca raksasa berwarna hitam.

Sementara di sebelah kanan resto terdapat taman dengan kolam ikan yang didalamnya ada berbagai macam ikan koi bersliweran dan seekor ikan berukuran besar dengan sirip seperti hiu, yang sekali lagi saya tidak dapatkan penjelasannya.

Kami mencari-cari pusat informasi atau tempat sejenis yang memungkinkan kami untuk tahu lebih banyak tentang aktifitas yang bisa di lakukan di situ, tapi sepertinya tidak ada. Petugas-petugas lebih sibuk dengan mengantar pesanan makanan.

Kami terus turun, di tengah-tengah area terdapat beberapa penunjuk arah. Sebelumnya kami sempat berbincang dengan petugas-petugas yang menjaga area show room tanaman mengenai fasilitas lengkap 'Godong Ijo' dan mereka hanya menyebutkan fasilitas sesuai dengan apa yang di tunjukkan papan penunjuk arah. Maka kami pun mulai mengikuti penunjuk arah.

Si Bagong, kura-kura raksasa


Yang pertama kami lihat adalah area terbuka yang cukup luas dengan 1 kandang Iguana berwarna hijau dengan buntut belang hitam, dengan kondisi kandang yang kotor, saya jadi merasa iba dengan hewan-hewan di tempat ini, kecuali si Sanca ^^; Rata-rata mereka sendirian dan kandang mereka tidak terlalu terurus. Setelah itu kami melihat kandang kura-kura raksasa Aldabra yang berumur 19 tahun, yang tertulis di kertas penjelasan yang mungkin saja sudah tidak up to date karena dari majalah yang say abaca edisi tahun 2012 Maret tertulis berumur 20 th, jadi semestinya tahun ini sudah 21tahun ya? Kura-kura ini luar biasa besar seperti kura-kura yang ada di kepulauan Galapagos dengan berat skitar 200kg. Kita bisa memberinya makan seperti sayur-sayuran yang terletak di atas genting tempat sang kura2 berteduh.

Green House


Setelah puas melihat kura-kura, kami melanjutkan langkah ke area belakang godong ijo, di mana terdapat beberapa green house. Green house ini cukup tertata tapi tidak ada petugas dan tulisan yang menjelaskan tentang berbagai macam tumbuhan di situ. Jadi kami harus cukup puas dengan melihat-lihat dan berfoto.

Selanjutnya kami kembali ke area utama. Green house yang terdepan terdapat 2 petugas yang bisa kita tanyakan mengenai informasi tetumbuhan di tempat tersebut. Melewati green house, terdapat areal pemancingan yang sepertinya merupakan pusat aktifitas dari ‘Godong Ijo’.

Area pemancingan ini memiliki kedalaman 5 meter, jadi bagi anda yang datang dengan anak-anak terlebih balita, pastikan pengawasan anda karena tidak ada pagar pengaman.

Berbagai macam ikan ada di kolam pemancingan ini, seperti lele besar berukuran 6,7 kg yang berhasil di tangkap salah satu pemancing atau pun ikan patin biasa.

Khusus untuk ikan-ikan ‘istimewa alias super besar’ tidak di perkenankan untuk di beli. Untuk menangkap ikan-ikan besar ini, di ikutsertakan dalam paket memancing jenis ‘Jackpot’ selama 4 jam, harga memancing skitar 150.000. Mereka rutin mengadakan lomba menangkap ikan-ikan ‘raksasa’ ini.

Sementara untuk paket memancing lainnya, mereka punya paket tarikan 1 jam Rp, 40.000, dan tarikan 4 jam Rp. 100.000. Semua kegiatan ini termasuk joran (alat pancing) yang bisa anda pilih, saung pemancing dan 2 pakan(umpan standar) bila ingin umpan bentuk lainnya bisa di beli dengan tambahan biaya.

Bila ikut paket pancing tarikan, ikan-ikan yang tertangkap baik itu kecil atau pun besar tidak boleh di lepas lagi ke kolam, bila kita masukkan lagi kita akan kena denda sekitar Rp. 25.000

Acara memancing bisa jadi mengasyikkan bila anda sudah terbiasa dan mengetahui cara pemakaian joran dengan baik, bila belum, jadi agak susah juga. Terlebih petugas tidak ada di dalam area pemancingan saat kami datang. Mereka hanya ada di area pembayaran dan menjaga joran-joran yang akan di gunakan.

Di banding tempat pemancingan lain yang pernah kami sambangi di Citeureup, di mana petugas akan membantu para pemancing yang kesulitan dan selalu berjaga-jaga di dekat kolam, jadi tidak harus bolak-balik lumayan jauh untuk memanggil mereka, terkadang si petugas yang mendatangi kalau melihat ada pemancing yang kesulitan. Jadi kebanyakan pemancing di citeureup pulang membawa ikan baik itu kecil atau besar, banyak atau sedikit. Kami hari itu kurang beruntung di Godong Ijo tidak berhasil membawa tangkapan apa-apa ^^

Fasilitas lain yang di sediakan ‘Godong Ijo’ berupa Restoran, selain itu kita dapat memesan makanan ke area saung pemancingan. Area restorannya agak suram, sementara area dapur yang berdekatan dengan area pemancingan agak kotor. Selain itu terdapat toilet dan musholla, yang lokasinya berhadapan dengan kandang ular ^^; khusus untuk musholla berbentuk rumah panggung, jadi hati-hati langkah anda. Selain itu mushollanya pun kurang terawat dan agak berbau, di sarankan anda yang perempuan membawa sendiri perlengkapan sholat seperti mukena dan sarung, walau di sana juga tersedia.

Sejujurnya saya kecewa dengan kenyataan tempat yang berbeda dengan apa yang saya baca di buku panduan dan majalah, tapi buku dan majalah tersebut memang terbitan tahun 2012 sih. Hanya cepat sekali perubahan suasana dengan jarak waktu hanya 1 tahun ya..

Untuk yang hobi memancing, tempat ini tidak terlalu buruk dan bisa di jadikan salah satu pilihan. Walau alangkah baiknya untuk pengelola tempat ini memperhatikan kondisi fasilitas dan memperbaikinya agar sesuai dengan konsep yang sebelumnya di tawarkan sebagai salah satu pilihan untuk wisata keluarga.

Jalanjalanbersamakeluargayuk