Rabu, 02 Januari 2013

Tentang Blog ini

Assalamua'laikum Warahmatullahi wa Barakatuh, salam kenal untuk semua pembaca.

Selamat datang di Blog saya ^_^

Kalau di ingat-ingat, saya mengenal aktivitas jalan-jalan atau tamasya bersama keluarga sudah sejak dini. 

Saya ingat Alm. Mama saya bercerita, pertama kali saya di ajak ke luar kota saat umur 1th 10 bulan, langsung ke kampung halaman, Bukittinggi -Sumatera Barat, via laut dengan kapal Tampomas. 

Fotonya masih ada di rumah, di bingkai khusus sama Alm. Mama. Saking bahagianya bisa bawa anaknya jalan-jalan, mengingat kondisi ekonomi keluarga saat itu masih belum bisa di katakan baik, tapi beliau menyisihkan uangnya demi cita-cita membawa putri sulungnya ke kampung halaman selain untuk merayakan upacara adat 'mem Bada' anak' (Sebuah acara adat di SumBar, khusus untuk anak dari anak perempuan pertama. Hal ini berkaitan dengan tradisi matrilineal 'urang Minang'), beliau juga ingin saya mengenal kampuang nan jauah di mato tapi dakek di hati ( kampung yang jauh di mata tapi dekat di hati). Agar saya tidak lupa akar budaya saya, dan hal ini beliau kenalkan ke semua anak-anak beliau. Hingga saya dan adik-adik memiliki kebanggaan akan suku asal dan mampu berbahasa Minang walau tidak sebaik cengkok asli mereka yang di besarkan di tanah kelahiran bertahun-tahun.

Saya pun berniat melakukan hal yang sama untuk anak-anak saya. Karena seiring dengan perkembangan zaman, banyaknya budaya Internasional yang masuk dapat mempengaruhi anak-anak kita ke depannya.

Tidak di pungkiri, masuknya budaya luar memiliki sisi positif dan negatif. Karenanya, saya harus mempersiapkan putri-putra saya. Walau mereka nantinya bisa berbahasa asing, tapi mereka pun juga harus bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan sekurangnya mengerti akan bahasa daerah asal mereka, lebih bagus lagi kalau 'pandai bacakap Minang' (bisa berbahasa Minang). Seperti Ibunya yang Alhamdulillah menguasai 3 bahasa asing, tapi juga bangga berbahasa Indonesia dan bahasa Minang.

Ketika ekonomi keluarga Alhamdulillah mulai mengalami kenaikan, Alm. Mama yang memang suka jalan-jalan, mulai rutin mengajak putri-putrinya road trip. Mulai dari Bandung, Surabaya, Bali hingga Sumatra Barat, di tempuh dengan mobil dan menyeberang laut menggunakan kapal Ferry.

Saat ekonomi Alhamdulillah semakin membaik lagi, adik bungsu saya lahir. Road trip masih acapkali di lakukan khususnya ke Sumatra Barat, juga ke Sumatra Utara, Riau, melewati Lampung, Palembang dan Bengkulu. Namun frekuensi terbanyak di lakukan dengan pesawat terbang, dan menyambangi banyak kota-kota lainnya di Indonesia serta luar Indonesia.

Kelas 1 SMP adalah pertama kalinya saya melakukan perjalanan ke Luar negeri bersama Alm. Mama. Beliau sudah lebih dulu menyambangi luar Indonesia, saat melaksanakan ibadah haji, umrah dan perjalanan ke Malaka-Kuala Lumpur di Malaysia.

Negara pertama yang saya kunjungi adalah Singapura dan Brunei Darussalam. Seringnya perjalanan saya lakukan bersama Alm. Mama dan adik perempuan saya, kami bertiga trio jalan-jalan. 

Saya banyak melakukan jalan-jalan, baik dengan keluarga maupun teman-teman. Dalam kota, luar kota maupun luar negeri (saat saya melakukan kuliah).

Dari sekian banyak perjalanan, ternyata yang meninggalkan kenangan-kenangan paling berkesan adalah saat saya jalan-jalan bersama keluarga. Baik itu hanya bertiga (trio perempuan dalam keluarga saya) ataupun komplit lengkap dengan Papa dan adik lelaki saya.

Bukan berarti saat dengan teman-teman tidak menyenangkan, perjalanan-perjalanan itupun meninggalkan kenangan yang manis.
Bahkan kalau saya membaca buku-buku travelling saat ini yang mulai marak, saya iri sekali karena begitu banyaknya kemudahan di zaman kini untuk anak-anak muda. Tiket pesawat ekonomis banyak, hotel-hotel budget tersebar, fiskal bebas dan banyak lagi kemudahan-kemudahan. 

Saya ingat acara jalan-jalan dengan teman-teman sebatas tur sekolah, dan ketika kuliah di luar, setelah tabungan dari gaji kerja saya cukup, baru bisa melakukan perjalanan antar beberapa kota di Eropa, itupun lebih banyak dengan kereta api, walau ada sesekali dengan pesawat easy jet, tapi saat itu belum ada lagi pilihan maskapai ekonomis lainnya. Pertimbangannya lebih saklek karena info soal transportasi, akomodas dengan budget terbatas belum banyak, jadi kita pun trial-error. 
Paling kasihan waktu ke Italia dengan Alm. Mama dan adik perempuan saya, saking susahnya informasi, kami sempat dapat hotel yang kurang bagus, liftnya mati, penarik koper kami patah oleh salah satu porter, plus sempat diare karena makan di tempat yang kurang higienis.

Tapi kehadiran buku-buku travelling, membangkitkan lagi semangat jalan-jalan dalam diri saya, walau saya tahu dengan kehidupan setelah pernikahan, saya tidak bisa seenaknya mengatur acara jalan-jalan seperti saat saya masih lajang dan bersama keluarga saya. Banyak pertimbangan, khususnya anak-anak saya yang masih balita dan batita.

Karena itu saya mulai jadi kolektor buku-buku travelling karya anak bangsa. Untuk panduan kalau saya bisa jalan-jalan bersama keluarga saya.

Selain itu saya ingin mengulang kembali momen-momen indah saat berjalan-jalan bersama keluarga. Karena keluargalah yang paling banyak menemani hidup saya dalam waktu-waktu selanjutnya. Teman-teman banyak yang sulit di jangkau setelah lepas dari tiap jenjang pendidikan, walau masih menjalin hubungan. Tapi semuanya tidak sama lagi, untuk ketemuan sekedar beda area antar Jakarta - Tangerang saja agak sulit mengaturnya, kecuali kalau belum ada ikatan pernikahan. Kalau sudah ada yang berkeluarga, lebih sulit lagi.

Lebih jauh lagi, bepergian dengan keluarga mendekatkan saya dengan orangtua dan adik-adik saya. Walau kini dengan urusannya masing-masing, karena selain saya, adik perempuan saya juga sudah berkeluarga, adik bungsu saya sibuk dengan urusannya pula, bahkan Ayah saya pun setelah berpulangnya Mama telah menemukan pasangan hidupnya lagi juga tetap banyak kesibukannya. 
Namun kami semua tetap berusaha menyisihkan waktu untuk sekedar hang out bareng, baik tanpa atau dengan rombongan komplit istri, menantu, cucu-cucu dan pasukan pengasuh n supir. Baik di dalam kota ataupun luar kota, walau khusus untuk kesempatan jalan-jalan bersama keluarga ke luar kota masih belum lewat dari hitungan 3 jari.

Terinspirasi dari semua kenangan jalan-jalan bersama keluarga, yang awalnya rutin di gagas Alm. Mama, saya pun menularkan kebiasaan jalan-jalan bersama keluarga, sedari putri pertama saya umur 6 bulan, dan putra bungsu saya pun langsung di ajak jalan-jalan bersama keluarga sejak umur 6 bulan. Alhamdulillah, dapat pasangan hidup yang juga menyukai kebiasaan ini, karena ternyata keluarganya juga punya hobi yang sama. Jadilah acara jalan-jalan bersama keluarga makin semarak dengan mertua, tante mertua, paman mertua, sepupu-sepupu dari keluarga suami dan ipar-ipar, serta keponakan-keponakan.

Saya ingin anak-anak saya membangun ikatan kekeluargaan sedari kecil, karena keluarga yang Insya Allah tidak akan pernah menjauh, sebanyak apa pun kesibukan mereka semua nantinya. Melalui jalan-jalan bersama keluarga, saya bangun ikatan tersebut selain itu juga untuk mengenal perkembangan kota Jabodetabek, melihat indahnya kota-kota di negeri tercinta, Indonesia dan perkembangan negara-negara lainnya.

Di tambah lagi, banyaknya catatan perjalanan yang menarik hati di angkat dari para penulis blog karena kecintaan mereka yang tidak hanya sekedar menulis, tapi juga dari esensi jalan-jalan itu sendiri dan keinginan untuk berbagi informasi yang sangat membantu. Maka saya pun juga ingin mulai menulis dan membagi pengalaman saya dan keluarga.

Blog ini merupakan catatan perjalanan saya dan keluarga. Sebetulnya sudah lama sekali saya ingin membuat blog ini, namun banyaknya aktifitas menimbulkan rasa malas karena sudah keburu di hadang keinginan untuk leyeh-leyeh di kasur dan tidur, begitu ada waktu saat anak-anak sudah pulas di alam mimpi atau pun asyik curhat dengan suami tentang hari-hari.

Namun malam ini, saya memutuskan untuk mulai menulis, sebelum ingatan saya semakin kabur, dan langkah sudah terlalu panjang. Hingga semakin bingung harus memulai dari mana. 

Semoga blog ini dapat membantu banyak keluarga pada khususnya walaupun judulnya 'Jalanjalanbersamakeluargayuk' tapi pembaca umum pun tetap bisa membaca catatan ini, agar dapat membantu menentukan arah acara jalan-jalan mereka. 
Semua pendapat ini adalah pendapat pribadi saya, bila bagus di mata saya , memang belum tentu bagus di mata orang lain, namun smoga tetap bisa memberi banyak masukan yang berguna. 
Bila ada yang kurang di mata saya , dan tenyata tidak masalah di mata yang lain, semua pendapat ini bukan bermaksud menjelekan suatu tempat, namun memang seperti itu keadaan dan pengalaman saya dan keluarga saat itu. 
Yang smoga juga bisa menjadi catatan untuk semuanya, baik pembaca atau pengelola tempat yang kami kunjungi.

Blog ini saya niatkan untuk hal positif bukan negatif, jadi di mohon agar para pembaca semua dapat menerima dengan besar hati. Bila ada masukan atau saran yang dapat membuat blog ini menjadi lebih baik lagi, pastinya saya akan berterima kasih sekali. Tentu saja saya harapkan masukan atau saran tersebut juga tidak melupakan kesantunan dalam berkomunikasi.
So let's have a trip with our family ! Jalan-jalan bersama keluarga yuk !

Bismilahirahmannirahim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar